Tugu Kujang ‘milik’ sektor 20 & Oma Lompoliu

dear all,

dear admin,
dear sis-bro/sir-mam,

Sabtu, 21 Desember 2007, rumah keluarga Pnt. Louise Dabung, mengawali “visitasi dan persembahan kasih” ke warga jemaat dan mengunjungi lansia (salah satu kegiatan natal sektor 20 -red)

hadir :
– Pnt. Louise Dabung
– Pnt. Frederik Lopulalan
– Dkn. Ivantua Sihombing
– Dkn. Melvin Lopulalan
– Dkn. Handra Siloto (baca : handra silete)
– dan seorang penatua lainnya…

hadir pula meramaikan suasana sukacita pagi hari :
– becky lulu, yang sangat cantik, lucu, menggemaskan, putri sulung keluarga victor lulu & ike dabung
– ike lulu-dabung

Acara hari ini adalah : kunjungan dan persembahan kasih kepada beberapa warga jemaat dan anggota PKLU sektor 20 GPIB Zebaoth Bogor, ini adalah satu paket dengan Natal Sektor 20 yang akan digelar 10 Januari 2008 mendatang… Salah satu acaranya, ya ini…

Usai pengarahan oleh Ketua Panitia Natal Sektor 20 : Dkn. Handra Siloto (baca : handra silete – logat nias) semua presbiter berbagi tugas…

Saya bersama Dkn. Sophie Palilingan-Pattiasina mengunjungi :
– anggota PKLU : Ibu Anneke Rahman-Atihuta
– anggota PKLU : Bapak Sangkaeng
– anggota PKLU : Bapak J.C. Rumpak (rasa2 kenal gitu loch… hehe… pizzzzz…)
– anggota PKLU : Oma Lompoliuw

Setelah bagi tugas, sedemikian rupa saya kebagian tugas mendatangi Oma Lompoliuw..

Memasuki rumah Oma Lompoliuw, saya mencoba ‘sok akrab’ dengan Oma yang memang kelewat ramah ini di usia lanjutnya sekalipun. Seribu perasaan campur aduk. Sulit diurai dengan kata-kata. Hanya doa dalam hati mendaras deras…

Oma Lompoliuw membutuhkan kursi roda. Beliau ingin sekali ikut natalan sektor 20 tanggal 10 Januari 2008 nanti. Tetapi beliau tidak ingin merepotkan orang lain (karena tidak ada jalan lain memobilisasi Oma selain menggendong..)

Saya memberanikan diri mengetuk hati Sis-Bro/Sir-Mam sekalian yang membaca email ini, barangkali Sis-Bro/Sir-Mam memiliki KURSI RODA yang masih layak pakai tetapi sudah tidak terpakai, daripada menjadi ‘rongsok’ sudilah kiranya memberikan pada Oma Lompoliuw agar Oma bisa ikut natalan Sektor 20… Sabar ya Oma… torang cari dulu dang..

Si Oma ini punya mainan unik. Dua anjing mungil tidak ingin jauh2 dari Oma. Loncat2, pecicilan. Untung aja Oma Lompoliuw tidak tersinggung melihat “dua anjing pecicilan itu” loncat2…. Hehehe…

Keluar dari rumah Oma Lompoliuw saya menyusuri jalan, melangkah menuju lain tempat. Di satu sudut, saya terpaku melihat TUGU KUJANG mini. Beda dengan Tugu Kujang sungguhan yang tidak jauh dari Terminal Bis Baranangsiang Bogor, depan Giant, depan KFC. Tugu Kujang mini berdiri kokoh, bersih, seolah menjaga perumahan berderet panjang di mana salah satunya dihuni Oma Lompoliuw..

Untuk nemudahkan mengingat, setiap kali melihat tugu kujang (yang beneran, atau yang miniatur) saya berjanji dalam hati akan mengingat Oma Lompoliuw…

Karena tugu kujang mini ada di kawasan sektor 20, bolehlah, dengan tidak ke-GR-an berlebihan saya katakan : Tugu Kujang Miniatur Sektor 20, menjadi alat untuk mengingatkan janji iman saya, bahwa jika saya melihatnya, saya akan “tunduk”, mendoakan Oma Lompoliuw…

Mau kenalan dengan Oma Lompoliuw?
Mau lihat tugu kujang miniatur?

silakan…
silakan…
or

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s