Kali ini giliran sisters Tulus, Novi, Maryati, bro Joko, etc… (Mar

dear all,
dear admin,
dear sis-bro/sir-mam,
Jumat-Minggu, 12-14 Oktober 2007, Ruang Serbaguna GPIB Jemaat Marturia Lampung, Pembinaan Materi Dasar Pelayanan Anak GPIB.
Hadir :
– Pelayan Lama dan Baru GPIB Jemaat Marturia Lampung
– Pengurus PA : GPIB Jemaat Marturia Lampung, Pos Pelkes Sidoharjo, Pos Pelkes Panjirejo
– PHMJ yang ada dan bisa hadir dan memberikan materi bina
– Dewan PA : (Louna Ticoalu, Wiwin Sitinjak, Marsa Revianti, Nathanael Sumampouw)
– Pelayan PA lokal senior
– Pengurus GP dan AGP zaman baheula yang sangat membantu
– dan satu orang lagi…
================================
Seperti mudik, tetapi bukan mudik
================================
Diwarnai issue akan macet berjam-jam usai tol merak memasuki pelabuhan merak karena ISSUE MUDIK, rombongan pembina (Dewan PA dan satu orang lagi…) memasuki pelabuhan merak dengan tidak alami kesulitan berarti. Hanya antri memasuki ferry yang agak lama, 30 menitan.
Memang ada lautan motor mudik, tapi itu biasa.. Hanya saja Ferry yang mengangkut penumpang seperti overload, untuk berdiripun sulit. Setengah jam menuju daratan Bakauheni kami akhirnya menyerah, kami masuk mobil dan duduk di mobil.

=============
Sahur… sahur…
=============
Rombongan memasuki Bakauheni menjelang subuh. Suasana sahur terasa. Tetapi kalo muhamaddiyah sudah lebaran. Ada yang sahur, ada yang siap2 solat id. Seru juga..
Tiba di halaman GPIB Jemaat Marturia Tanjungkarang Lampung pukul 05.30. Basa-basi sejenak. Gubrak-brak-pulas-las-laaaaaasss!
=====================
Penugasan di akhir sesi
=====================
Beberapa Pembina/Fasilitator ada yang bangun lebih awal karena langsung bertugas membina, beberapa masih harus berperang melawan kantuk. So far so good..
Pukul 11.00 wib, semua pembina berada satu ruang dengan peserta manakala KMJ Marturia Tanjungkarang Lampung sedang membawakan materi : Pdt. Yovie Palar, yang sangat pas membawakan sesi 1.
Sesi berikutnya bergantian seluruh pembina bergiliran. Terjadi interaksi positif antara pembina (fasilitator) dan peserta. Yang bagus dari paket bina dasar yang dikemas Dewan PA kali ini, di akhir sesi selalu ada tugas. Dan tidak tanggung2, Dewan PA langsung merekam tugas2 mereka. Dewan PA punya data… Dewan PA punya pegangan…
Tak terhindarkan potret sana sini.. Silakan yang mau berbagi… Tidak hanya foto, tetapi juga cerita. Yang di bawah ini adalah versi orang awam dari gpib zebaoth bogor… hehe..
==================
Bertemu sobat lama
==================
Yang seangkatan dengans aya pasti kenal Kak Landy Kaeng. Pelayan PA yang sudah malang melintang di Marturia. Beristrikan ketua GP di periode jadul, lalu sang istri dipercayakan pula menjadi sekretaris PW, sempat mampir ke rumah Kak Landy… Rame banget! Ernes, Benny, El, lucu2. Yang unik, semua putra Landy dinamai nama-nama pendeta yang pernah ada di Lampung. Konon kalau digabung-gabung ada kaitan dengan : Pdt. (Bung) Sammy Kaihatu, Pdt. Benny Louhenapessy, Pdt. Joy Wongkar, dll..dll.. seru juga…
Kak Landy sendiri kini menjadi pelayan PA kembali setelah berkiprah banyak dalam kepresbiterannya. Bahkan sempat menjadi PHMJ, terakhir bertemu saat PST Batam.
Usai menjalani ke-presbiter-annya, Kak Landy tetap ikut aturan main di dunia non presbiter. Yakni… menjadi pelayan PA. Ini bisa jadi teladan kali ya, mereka yang tadinya presbiter, dan sudah tidak menjabat lagi karena berbagai alasan, ladang menguning lainnya menanti… ke sekeliling.. lihatlah… penuai sedikit… tuaian buaaaaaaaaaannyaaakkk!
Sayapun berjanji, kelak bila Tuhan menunjukkan garis lain, yo wis… come to papa… hehehe… Di buku Pa Abineno, jelas dikatakan, sebenarnya melayani tidak harus jadi penatua or diaken, tetapi non keduanya pun kita sebaiknya sama seriusnya! Gak pake males, gak pake maen2. Mau katakan mau, gak katakan gak, hindari mau yang gak-gak…
===========================
Materi Bina Dasar versi terbaru
===========================
Pembaca sekalian, saya menjadi saksi bagaimana Dewan PA kali ini benar2 serius memikirkan/merencanakan/melaksanakan Pembinaan di berbagai-bagai, melanjutkan perjuangan teman2 mereka terdahulu. Yang paling kasat mata kali ini adalah tampilan materi saat memakai LCD, semua seragam, layout seragam. Keren…
Saya melihat dari dekat bagaimana hal itu bisa terwujud. Proses tidak seperti membalik tangan. Ampe bedarah darah kalo bahasa seureumnya. Mereka kerja keras sekali. Pokoknya peserta bina tentunya merasa lebih nyaman dengan cara penyampaian kali ini.
Tidak itu saja, di beberapa materi, penulis materi bina merupakan ‘kombinasi’ beberapa penulis. Pengayaan terjadi di sana. Dan di halaman cover setiap materi, tertulis jelas siapa penulis materi tersebut. Dewan PA kali ini benar2 merangkul siapa saja yang mau serius dan concern. Yang main2 (tidak mau serius) dicoret dari daftar…. I saw and feel it…
Saya harus acung jempol untuk “ketegasan” seperti ini, olehnya selamat ya Kak Louna, Kak Obby, Kak Henry, Kak Wiwin, Kak Caca, Kak Amanda, Kak Nael, Kak Beka ==> Rekan2 semua TOP begete!!
Ada satu slide di materi bina tersebut yang menarik, hasil keroyokokan. Materi berjudul : “BPK PA bagian mutlak dari GPIB”. Slide ini sebenarnya visualisasi saat Dewan BPK jadul (jaman dulu) membina calon2 pengurus BPK periode 90-an. Yang pernah mengikuti materi “Mekanisme Pola Kerja BPK GPIB” atau materi “BPK bagian mutlak dari gereja ditinjau dari Ekklesiologi” perlu lihat lagi slide ini. Simple… tapi… dalem…
===========================
Pengurus PA Marturia punya kiat
===========================
Pada pembinaan kali ini, pengurus PA setempat berhasil mengajak pelayan baru. Yang saya hafal : Kak Noel, Kak Ivan, Kak George. Dan berhasil pula mendatangkan pelayan PA dari jauh :
– Pos Pelkes Ora Et Labora Sidoharjo ==> Kak Maryati
– Pos Pelkes Panjirejo ==> Kak Joko
Mereka bekerja keras untuk itu. Pelayan PA lain yang saya hafal : Kak Dias, Kak Elly, Kak Butet, Kak Sani, Kak Tulus (ketua PA sebelum yang baru Kak Novi). Kak Tulus dan Kak Novi bersinergi abis-abisan memajukan Pelayanan Anak di Marturia Lampung.
Kami berlima menyempatkan diri melihat dari dekat anak layan di kedua pos pelkes tersebut pada hari Minggu, 14 Oktober 2007. Pergi pagi, pulang sore. Kami berjumpa dengan Pendeta Feby yang saat berjumpa dengan beliau sedang bersiap memimpin Perjamuan Kudus. Presbiter di pos pelkes ini seragam putih. Keren. Rapih. Wibawa. Setelah lama berkenalan, ternyata Pendeta Feby sangat ramah sekali, dan gaul! Beruntunglah umat di Sidoharjo dan Panjirejo.
Dewan PA tidak tanggung-tanggung, bertemu langsung dengan Anak Layan di Sidoharjo dan Panjirejo. Yang buat terharu, untuk anak2 Panjirejo, mereka harus berjalan 1-2 kilometer untuk bisa bertemu dengan Dewan PA. Saya sempat berkenalan dengan seorang anak bernama Adam. Saat meninggalkan Panjirejo saya menatap dalam mata Adam. Diapun sama. Saya janji, akan kembali lagi ke Panjirejo, dengan berbagai cara. Ada yang mau ikutan? Ngeteng hayo, rombongan hayo… Mau kenalan dengan Adam? Lihat saja fotonya yaa…
===========================
Lesehan di rumah Kak Maryati
===========================
Di Sidoharjo, kami mampir ke rumah Kak Maryati. Makan siang di rumah sesama rekan sekerja bersuamikan Majelis ini benar2 menimbulkan sukacita tersendiri. Apalagi mendengar celotehan Raven putra bungsu Kak Maryati. Kak Caca tidak henti2nya jeprat-jepret Raven. Karena memang camera look…
Ditemani kakaknya Raven bernama Ruth dan keponakan Bu Maryati bernama Agus dan Kak Maryati sendiri kami mencoba BUAH COKLAT. Rasanya seperti makan manggis. Seumur-umur baru tahu bahwa coklat tuh seperti itu. Dan lucunya, yang dijadikan coklat itu adalah biji yang sudah diemut2 itu. Yaaakkk!! Woakakakaka…
Dari Kak Maryati kamipun tahu, ada tanah PGI seluas 49 hektar yang akhirnya berpindah tangan karena tidak diurus. Suami kak Maryati sudah berkorban datang ke PGI untuk menginformasikan, apa daya… tidak didengar…
Dari Kak Maryati pula kami tahu, rupanya ada lho beberapa pendeta yang punya tanah di Lampung. Hebaaat… Boleh tuh sesekali kita camping di tempat ‘beberapa’ pendeta tersebut. Jemaat Panjirejo siap kok menampung kita kalo mau camping, demikian ajakan Kak Joko. Cuma ya itu.. kudu siap CAMPING, bukan HOTELING!
==================
Emblem PA Panjirejo
==================
Kalau rekan2 perhatikan foto2 yang saya attach, akan terlihat sebuah gambar EMBLEM PA Panjirejo. Keren juga. Catatan : anak layan Panjirejo yang harus berjalan 1-2 km ke Pos Utama Sidoharjo dengan senang dan bangga memakai seragam dan emblem mereka. Bayangkan ini di desa ya. Gak terbelakang2 amat, tapi juga gak rame2 amat. Adem… nyaman… asri… kekeluargaan…
Yang gak bisa lihat foto, ya udah sabar aja. Pasti ada wangsit! Hehe..
======================
Keseriusan Kak Novi cs..
======================
Selama pembinaan, saya mengamati keseriusan Kak Novi cs. Mereka benar2 bertekad memajukan Pelayanan Anak GPIB Jemaat Marturia Tanjungkarang Lampung. Lha iya laaahhh… Marturia gitu loh! Satu dari sekian gereja di Lampung yang membuat pemerintah setempat harus memperhitungkan kehadiran Gereja tersebut. Banyak SDM di Tanjungkarang yang ternyata berjemaat di Marturia.
Peran Kak Novi cs menjadi sentral. Mereka sudah bertekad, mewujudkan GPIB yang penuh Damai Sejahtera di 2026 kelak. Itu tidak main2, mereka sudah mulai dari sekarang. Mengikuti jejak leluhur mereka sebelum ini. Kak Endi, Kak Anna, Kak Landy, dan kakak-kakak lainnya…
Menjelang hari Minggu (setiap minggu) sebelum berhadapan dengan Anak Layan di IMPA mereka bertekad melakukan persiapan pribadi, maupun kelompok lebih intens dan serius. Mereka akan membentuk Paduan Suara Anak. Mereka akan membuat macam-macam… Pokoknya angan mereka segambreng…
Ayo Kak… kami doakan dari kejauhan…
Kak Novi dan Kak Tulus…, kalau ketemu Kak Landy, tolong tanyakan nomor telepon Kak Endi ya. Help please… I need to contact him…
======================
Ferry pulang, lebih keren..
======================
Kami mendapati, ferry yang mengangkut kami kembali ke Merak lebih “beradab dan manusiawi” dibanding saat mengangkut kami ke Bakauheni. Lebih bersih, lebih lega. Dan memang lebih rapih.
Merapat di Merak, kami semua kelaparan. Masuk Cilegon. Melahap apa yang ada di depan mata. Ingat, ini suasana lebaran, banyak toko belum buka. Kebetulan ketemu mekdi. Hajar bleh!
Kalau dihitung, kami jalan darat hampir 500-600 kilometer sudah dengan pp ke Sidoharjo dan Panjirejo…
tapi kami bersukacita, karena bisa berbagi, berbagi sukacita,
=== kalo ada salah2 nama, salah ketik, salah paham, maklumi saja, gak ada niat macem2 kok….. ok? ====
=============
Sepotong doa :
=============
Wahai Tuhan Yesus Kristus Kepala Gereja. Di Lampung hamba menatap mata seorang anak layan bernama Adam. Entah mengapa, Adam membalas menatap hamba lama dan tajam. Di matanya hamba melihat mata-Mu Tuhan… sejuk… damai…
Izinkan hamba tetap mendoakan Adam di segala abad. Ya Yesus, hamba yakin seyakinnya, Engkau sedang bersama Adam saat ini di kesehariannya, dan juga ratusan Adam lainnya di GPIB Jemaat Marturia Lampung bahkan Adam2 lain di ujung2 bumi.
Berkatilah kerja keras para pelayan PA di sana dan semua pihak yang terkait dengan Pelayan PA, agar mereka mampu melayani kebutuhan Adam (dan Adam2 lainnya) lebih mengenal Engkau sebagai Tuhan, sebagai Juruselamat mereka, dan juga Juruselamat kami semua….
Ampuni dosa dan khilaf…
Dalam nama-Mu,
Amin,
or

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s