Fwd: [ G P I B ] 3 Oktober 2007, Ada Apa di “ZEBAOTH” Bogor?

dear all,
dear admin,
dear sis-bro/sir-mam,
dari milis gpib…
barangkali ada yang ingin tahu lebih dalam tentang ZEBAOTH BOGOR, di bawah ini adalah tulisan BOKAP… kali aje perlu… karena banyak sejarah beberapa jemaat GPIB di kawasan Jabar 2 yang terkait dengan Zebaoth Bogor, so… tidak salah kalau tulisan ini ada di sanubari…
cocok pake, gak cocok byurrrrrrrrrr….
selamat menyimak…
============ batas atas tulisan bokap ================

julius cr <haurjaya_boo@…> wrote:

To: gpib@yahoogroups.com
CC: bogor_gpib_zebaoth@…
From: julius cr <haurjaya_boo@…>
Date: Tue, 2 Oct 2007 18:53:20 -0700 (PDT)
Subject: [ G P I B ] 3 Oktober 2007, Ada Apa di “ZEBAOTH” Bogor?

Syalom,

Kami sedang mencari data dan sudah minta izin kepada Kantor GPI di Pejambon. Tetapi belum ada jawaban kapan bisa, padahal e-mail itu sudah dikirim 28 Agustus 2007. Yang kami mau cari di koleksi Staatsblad Nederlandsch Indiẻ (Lembaran Negara Hindia Belanda) ialah Besluit Gouverneur Generaal (Surat Keutusan Gubernur Jenderal) tentang pembangunan gedung gereja yang sekarang dinamakan “ZEBAOTH”.

Peletakan batu pertama (EERSTE SETEEN) ada dipatri pada dinding kanan pintu masuk dari barat, pada tanggal 20 Januari 1920 oleh Gubernur Jenderal Mr. G.J. Graaf van Limburg-Stirum (Mr = SH) dengan ayat penyerta dari Psalm (Mazmur) 43:3.

Setelah siap pakai tentu ada lagi SK Gubernur Jenderal, kapan ditahbiskan (inwijding) dan nama gedung gereja itu. Saya perkirakan tahun 1922.

Waktu saya datang ke Bogor 4 Agustus 1952, dengan Atestasi dari Gereja Toraja Makassar, saya mendaftar dan mengikuti kebaktian berbahasa Indonesia di GPIB “BETHEL”. Disitu saya disidi 29 Maret 1953 oleh Ds. (Pdt.) J.G.H. Maramis. Disitu kami dirikan Persatuan Pemuda Bethel Bogor (PPBB). Tetapi saya dan beberapa teman ikut juga di Jeugd Opwaarts Streven (JOS) di Jemaat berbahasa Belanda. Waktu itulah saya tahu bahwa nama gedung gereja itu “HANEKERK” (harafiah Gereja Ayam) karena lambang ayam jago di atas menara gereja. JOS kemudian jadi Protestantsche Jeugd Club (PJC), GP-nya Indische Kerk.

Di tahun 1953, atas prakarsa seorang siswa Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) Bogor, O.B. Siahaan almarhum, kami mendirikan Badan Kontak Pemuda Kristen Bogor (BKPKB) di mana saya menjabat Sekretaris I. Yang bergabung dalam BKPKB ialah: NHKBP, PPBB, JOS, Pemuda Gereja Pasundan, Pemuda Gereja Tionghoa (TNP) dan GMKI. Ada foto pengurus lengkap Juli 1954 yang saya masih simpan dan pernah diterbitkan dalam BRUGGEBOUWER, triwulanan POC (Protestanshe Ouderen Club) para mantan anggota PJC di Indonesia dulu, yang sudah lanjut usia semua di negeri Belanda.

Saya aktif di PPBB dan JOS sampai Juli 1955, dalam persiapan pernikahan kami Januari 1956. Pemberkatan nikah di BETHEL oleh Ds. (Pdt.) J.G.H. Maramis.

Karena persoalan Irian Barat, orang-orang Belanda/Indo mulai berkurang, sampai sisa sedikit, maka mereka menggunakan “BETHEL” dan jemaat berbahasa Indonesia pindah ke gereja besar dalam tahun 1957. Pendeta pertama disitu ialah Pdt. J. Tindas almarhum. Ia meninggal di atas mimbar karena serangan jantung. Ia digantikan oleh Ds. D.R. Maitimoe (kemudian DR.) almarhum. Pada tahun-tahun pertama gereja itu dinamakan Gereja Besar seperti tercantum pada Surat Baptis anak saya Juli 1959.

Dari Agustus 1959 – September 1977, saya sekeluarga pindah-pindah terus, Plaju, Balikpapan, Jakarta, Surabaya, Jakarta. Menjelang persiapan penisun kami kembali ke Bogor dan mendaftar kembali mulai Januari 1978.

Menurut catatan yang ada, pada PASKAH 1962, Pdt. D.R. Maitimoe menyiapkan papan nama gereja itu “ZEBAOTH” dipantek di atas pintu masuk. Kemudian nama itu ditulis melengkung dengan huruf besar di atas pintu masuk, yang masih terlihat sampai sekarang.

Dari Bogor diadakanlah gerakan missioner ke luar kota Bogor: Cikotok, Pelabuhan Ratu, Cigombong, Gadog, Ciluar, Semplak, Cibinong, Cimanggis sampai Kelapa Dua. Tetapi jemaat di kota Bogor tetap dinamakan GPIB Jemaat Bogor.

Waktu BAJEM-BAJEM itu didewasakan dengan nama masing-masing “GALILEA”, “KORNELIUS”, “NEHEMIA”, “SOLA GATIA”, “PETRA”, “PANCARAN KASIH”, “CIMANGGIS”, “GIDEON” dll., maka kalau ada pertemuan MUPEL, mereka mengatakan bahwa mereka juga jemaat yang berada di wilayah Bogor. Hal itu menimbulkan gagasan bahwa nama jemaat yang beribadah di gedung gereja “ZEBAOTH” harus diganti.

Oleh Ketua MJ waktu itu, Pdt. Joseph Ginting, S.Th., SSos, SH, diusulkan dan disahkan oleh MS XV dengan Surat Keputusan Nomor 0583/MS.XV/Kpts tertangagl 3 Oktober 1995, Jemaat GPIB BOGOR diganti jadi JEMAAT GPIB “ZEBAOTH” sampai sekarang.

Jadi hari ini. 3 Oktober 2007, genaplah 12 tahun penamaan Jemaat GPIB “ZEBAOTH” Bogor itu. DIRGAHAYU Jemaat GPIB “ZEBAOTH” Bogor.

[Sayang data pelengkap dari Staatsbald koleksi GPI belum terungkap, jemaat di gedung gereja itu sudah ada ± 85 tahun. Sebelumnya umat beribadah di gedung yang sekarang jadi Kantor Pos Kebun Raya Bogor sejak 1845, 122 tahun silam].

Julius C. Rumpak, Bogor, anggota GPIB Bogor sejak 4 Agustus 1952, sudah 55 tahun.

.


============ batas bawah tulisan bokap ================
zebaoth bogor memang buanyaaak cerita,
or

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s